Rahasia-Sukses-CEO-Brian-Roberts-Membesarkan-Comcast-Konglomerat-Telekomunikasi-dan-Hiburan-Terkaya-Dunia
Rahasia-Sukses-CEO-Brian-Roberts-Membesarkan-Comcast-Konglomerat-Telekomunikasi-dan-Hiburan-Terkaya-Dunia

Info Dunia Cerita – Inilah Biografi Brian Roberts, CEO Comcast, yang berhasil membawa Comcast, salah satu perusahaan media raksasa kembali mengangkasa.

Perusahaan-perusahaan media cenderung beroperasi pada titik-titik ekstrim: tidak dapat dihentikan atau jatuh terbakar dengan cara spektakuler. Hal inilah yang membuat Roberts, CEO AT&T Comcast yang baru berdiri mencari tahu apakah ia mampu membawa raksasa media yang dipimpinnya tetap mampu mengangkasa.

Baca Juga: Kisah-kisah Inspiratif dan Motivatif Yang Dapat Mengubahkan Hidup Anda.

Brian Roberts Berhasil Menggabungkan Dua Budaya Raksasa

Siapapun awalnya mungkin tidak menduga bahwa Brian L. Roberts menjadi salah satu bagian dari elite yang berpengaruh di bidang media.  Pada pertengahan November 2001, perusahaan operator televisi kabelnya yang bernama Comcast Corp. diharapkan dapat menyelesaikan proses akuisisi AT&T Broadband dengan nilai 54 juta dolar Amerika.  Ini merupakan salah satu transaksi terbesar dalam industri media sejak mergernya AOL Time Warner pada tahun 2001.  Saat itu, awal bulan Oktober 2001, Robert yang sudah kelelahan tanpa bayaran mewakili perusahaan yang dipimpinnya kembali ke Philadephia. Disaat Putrinya yang sudah tertidur disampingnya dan juga para eksekutif perusahaan yang mendampinginya juga mulai terkantuk-kantuk dan kelelahan, namun Robert dengan penuh semangat terus memaparkan alasan keputusannya untuk terus berjuang mendapatkan bisnis saluran kabel AT&T yang besar itu. “Kita hanya akan mendapatkan satu kesempatan untuk mendefinisikan kembali perusahaan, dan sekarang inilah kesempatan bagi kita,”ujarnya.

Baca Juga: Tips & Tutorial Seputar Bisnis Online dan Social Media Digital marketing

Roberts Sang Negosiator Tangguh

Brian-Roberts-CEO-Comcast-Sumber-Forbes
Brian Roberts CEO Comcast (Gambar: Forbes)

Brian Roberts tumbuh dalam bisnis televisi kabel/televisi berlangganan (Ayahnya, Ralph, mendirikan Comcast pada tahun 1963).  Dia memiliki reputasi sebagai salah satu operator terbaik dan negosiator yang sangat tangguh.  Namun, dia belum pernah menghadapi tantangan seperti ini.  Tak seorangpun dalam industri media yang pernah menghadapi tantangan seperti yang Roberts hadapi. AT&T Comcast Corp. adalah perusahaan baru milik Roberts yang tak tertandingi ukuran dan pengaruhnya saat ini.

Sebelum merger, AT&T memiliki 8,5 juta pelanggan di empat kota besar.  Sekarang, sudah mencapai lebih 21 juta pelanggan yang tersebar di 17 dari 20 kota utama akan terhubung ke jaringannya.  Jumlah tersebut hampir 2 kali lipat jumlah pelanggan operator terbesar kedua, Time Warner Cable.  Dengan kata lain, Jaringannya digunakan oleh 1 dari setiap 5 rumah tangga yang memiliki Televisi.  AT&T Comcast dapat menghasilkan hingga 24 juta dolar Amerika pada tahun 2003, yang melebihi jumlah pendapatan Time Warner dan Charter Comunication digabung sekaligus.

Fakta bahwa AT&T Comcast sangat besar hingga menggeser dinamika kekuatan dalam bisnis media. Roberts yang senang menyatakan acara televisi favoritnya adalah acara tengah malam khusus di saluran belanja QVC miliknya, akan secara efektif menjadi penjaga pintu hibunran nasional yang terdepan.  Bayangkan: selain Roberts, tak seorang pun yang punya kendali atas saluran televisi, layanan internet dan hiburan film yang disambungkan ke rumah-rumah seantero Amerika Serikat – Bukan Rupert Murdoch dari News Corp., juga bukan Sumner Redstone dari Viacom Inc.

Langkah-langkah Kecil Brian Roberts Membawa Comcast Menuju Transformasi Besar

Tidak dipungkiri lagi, AT&T Comcast sangatlah mungkin bisa menjadi perusahaan pertama yang mampu memenuhi janji lamanya, yaitu jaringan pita lebar.  Konsumen baru mulai merasakan koneksi jaringan internet tanpa henti dan sekarang bersedia membayar biayanya.  Dengan 21 juta pelanggan potensial, AT&T Comcast pasti mampu menghasilkan uang dengan menjual saluran layanan yang dapat disalurkan lewat jaringan pita lebar, mulai dari streaming video sampai video games.  Namun, jika ternyata jaringan pita lebar masih sukar diterima pelanggan, masa depan perusahaan dalam bahaya.

Bahkan jika Roberts mendapatkan hak pengelolaan jaringan pita lebar, dia tidak serta merta bisa langsung beraksi.  Karena banyak juga perusahaan media dan perusahaan televisi kabel berguguran disekelilingnya.  Penyelidikan atas praktik-praktik akuntansi pada beberapa perusahaan televisi kabel telah menumbuhkan kecurigaan pada seluruh industri ini.

Sejak awal, AT&T Comcast akan menanggung sejumlah besar utang dalam kondisi perekonomian yang sedang melemah.  Roberts perlu meyakinkan para investor yang tak sabar bahwa Roberts mampu mengurangi hutang tersebut dan bisa mengalirkan uang masuk ke perusahaan.  Pada saat yang sama, agar pelanggan tidak kecewa dan berpindah, Roberts harus menggelontorkan dana sebesar 2 miliar dolar AS atau lebih selama dua tahun untuk memperbaiki sistem kabel AT&T yang buruk.  Dimana sistem tersebut telah memberikan keuntungan terendah dalam industri kabel.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here